Death’s Gambit “BPJS” Review! Beli? Pinjem? Atau Skip?

0
Death’s Gambit “BPJS” Review! Beli? Pinjem? Atau Skip?

 

Death’s Gambit “BPJS” Review! Beli? Pinjem? Atau Skip?

Ketika pertama kali melihat trailer Death’s Gambit, saya menemukan banyak aspek di game ini yang terinspirasi dari Dark Souls dan sebagai penggemar game yang menantang tentu saja saya langsung tertarik untuk mencoba game ini. Karena memiliki beberapa aspek yang serupa seperti Dark Souls, saya berharap game ini akan memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dari segi gameplay dan storytelling. Dalam review BPJS (Beli? Pinjem? Atau Skip?) ini, saya bakal membahas kelebihan dan kekurangan Death’s Gambit yang mungkin akan membantu kamu untuk memutuskan untuk membeli game ini atau malah skip aja.

Death’s Gambit menawarkan 7 class yang bisa kamu pilih dan tentu saja tiap class memiliki kemampuan yang berbeda-beda mulai dari stats, starting gear, dan talent. Jika kamu suka bermain dengan gaya agresif, maka class Blood Knight akan cocok untuk mu karena dia bisa mengembalikan sedikit health yang hilang ketika bertarung asalkan kamu bisa menyerang dengan cepat. Jika kamu suka bereksperimen dengan berbagai senjata, maka Sentinel adalah class yang cocok untuk mu karena dia hanya memerlukan setengah dari status yang diperlukan untuk menggunakan equipment. Class yang tersedia di Death’s Gambit mampu mendukung setiap gaya bermain yang bisa kamu kembangkan di game ini.

Death’s Gambit

Meskipun terdapat 7 class di Death’s Gambit namun sangat disayangkan bahwa skill tree mereka semua tidak jauh berbeda. Sekitar 90% skil pasif yang tersedia sama untuk tiap class. Selain itu, terdapat 10 tipe senjata yang berbeda, namun tiap tipe hanya memiliki 2 atau 3 variasi senjata kecuali untuk bow. Bahkan sampai akhir permainan saya hanya menemukan satu tipe axe dan spear. Entah saya kurang melakukan eksplorasi atau memang Death’s gambit hanya menyediakan satu variasi untuk weapon tersebut. Armor memiliki lebih banyak variasi, tapi tetap tidak bisa dibilang banyak.

Boss di Death’s Gambit ini telah di desain dengan baik

Tidak ada boss yang terasa impossible, kamu bisa mengalahkan mereka semua jika kamu mempelajari tiap gerakan mereka. Beberapa boss bisa memanipulasi arena pertarungan dan mengharuskan kamu untuk memanfaatkan lingkungan sekitar. Ada juga boss yang akan kamu hadapi dengan sistem puzzle tanpa secara langsung berhadapan dengan boss tersebut. Meskipun boss di Death’s Gambit terlihat oke, namun musuh normal yang tersedia kurang bervariasi karena dalam satu daerah hanya terdapat kurang lebih 5 tipe monster.

Death’s Gambit

Bagian penting dari game dalam genre platformer adalah kontrol. Kontrol combat di Death’s Gambit terasa kurang terpoles, beberapa gerakan seperti roll attack dan transisi serangan normal ke special move terasa kurang responsif. Selain itu, kontrol saat menaiki tangga sangat aneh karena kamu harus terus menekan tombol agar tetap bergantung di tangga. Ditambah lagi kontrol bow di game ini sangat sulit diarahkan, saya sendiri sangat jarang menggunakan bow karena sulit dikontrol, padahal bow memiliki banyak potensi dalam combat.

Dari segi grafis, Death’s Gambit memiliki pixelated art style. Detail karakter dan background yang mereka tawarkan sangat tinggi dan patut di acungi jempol. Dan dari world design, Death’s Gambit memperkenalkan non-linear exploration, jadi world design game ini tidak hanya berbentuk garis lurus saja. Ketika pertama kali masuk ke dalam pusat kota kamu bisa memilih beberapa jalur explorasi yang terus bercabang. Kamu bisa menemukan berbagai daerah seperti kastil terbengkalai, goa beracun, gunung es, dasar laut, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Death’s Gambit dan membuat game ini terasa lebih terbuka dan tidak membosankan.

Death’s Gambit

Sekarang saya akan membahas story. Death’s Gambit berhasil menghadirkan suasana kelam dan misterius ke dalam jalan ceritanya. Namun karena sifat game ini yang non-linear, maka kamu bisa melewati beberapa bos dan tetap menyelesaikan game ini. Tentu saja hal ini hal ini akan menimbulkan plot hole di dalam cerita dan plot hole adalah hal yang buruk dalam storytelling. Meskipun demikian, inti story Death’s Gambit tetap menarik untuk diikuti.

Terakhir adalah sound design. Musik di Death’s Gambit sangat efektif dalam memperkuat jalan cerita dan combat. Ketika melawan boss, musik akan berubah menjadi epik dan bersemangat dan ketika sedang tenang di pusat kota iringan piano yang indah akan mengiringi.

Terkadang muncul bug di Death’s Gambit ketika kamu berbicara dengan karakter NPC, kamu hanya bisa memilih satu menu pembicaraan dan tidak bisa memilih menu lain. Bug lainnya adalah menu pilihan special move yang hanya dipenuhi satu special move. Kedua bug ini cukup mengganggu namun akan hilang setelah restart game. Banyak pemain yang melaporkan bug-bug lainnya di Death’s Gambit, tapi saya baru menemukan dua bug di atas.

Death’s Gambit

Jadi setelah membahas Death’s Gambit diatas, mendingan kamu beli? Pinjem? Atau Skip?

Menurut saya sih lebih baik kamu pinjem aja. Kenapa? Game ini oke, tapi selain desain world, boss, dan soundtrack yang baik, tidak banyak hal unik yang membuat Death’s Gambit benar-benar mantap dan wajib dimainkan. Selain itu terdapat beberapa minus seperti kurangnya variasi skill tree, equipment, dan monster. Ditambah lagi terdapat kontrol yang kurang optimal dan beberapa bug yang cukup mengganggu.